USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM:
REKONSTRUKSI PERMAINAN SIMULASI SEBAGAI MEDIA
PENDIDIKAN ANTI KORUPSI PADA SISWA
SEKOLAH DASAR
BIDANG KEGIATAN: PKM PENELITIAN
Diusulkan Oleh:
MOZAKA RIFKI (Ketua) NIM. 10101030020 (Angkatan 2010)
YUYUN ENDRAWATI (Anggota 1) NIM. 11101030013 (Angkatan 2011)
DEWI KAHARANI (Anggota 2) NIM. 12101030003 (Angkatan 2012)
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
2013
JUDUL PROGRAM:
REKONSTRUKSI PERMAINAN SIMULASI SEBAGAI MEDIA
PENDIDIKAN ANTI KORUPSI PADA SISWA
SEKOLAH DASAR
BIDANG KEGIATAN: PKM PENELITIAN
Diusulkan Oleh:
MOZAKA RIFKI (Ketua) NIM. 10101030020 (Angkatan 2010)
YUYUN ENDRAWATI (Anggota 1) NIM. 11101030013 (Angkatan 2011)
DEWI KAHARANI (Anggota 2) NIM. 12101030003 (Angkatan 2012)
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
2013
DAFTAR ISI
Halaman Judul ............................................................................................. 1
Halaman Pengesahan .................................................................................. 2
Daftar Isi ............................................................................................. 3
Ringkasan ............................................................................................. 4
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang..................................................................... 4
B. Rumusan Masalah ............................................................... 5
C. Tujuan Khusus ..................................................................... 6
D. Urgensi (Keutamaan) Penelitian.......................................... 6
E. Temuan yang Ditargetkan ................................................... 7
F. Kontribusi Penelitian ........................................................... 7
G. Luaran yang Diharapkan ..................................................... 7
H. Manfaat Penelitian ............................................................... 7
BAB II : STUDI PUSTAKA
A. Model Permanan Simulasi ................................................... 8
B. Pendidikan Anti Korupsi ..................................................... 9
BAB III : METODE PENELITIAN
A. Metode/Pendekatan Penelitian ............................................ 10
B. Lokasi dan Sasaran Penelitian ............................................. 10
C. Tahapan-tahapan Penelitian ................................................. 10
D. Teknik Pengmpulan Data Penelitian ................................... 11
E. Teknik Analisis Data ........................................................... 11
BAB IV : BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN
A. Anggaran Biaya……………………………….…………. 12
B. Jadwal Kegiatan penelitian................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 12
Lampiran 1 : Biodata Ketua dan Anggota Peneliti ...................................... 14
Lampiran 2 : Justifikasi Anggaran ……………………………………….. 16
Lampiran 3 : Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas ...... 18
Lampiran 4: Surat Pernyataan Ketua Peneliti ............................................ 19
Ringkasan
Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi kembali permainan simulasi, untuk
digunakan sebagai metode pendidikan anti korupsi. Rekonstruksi akan dilakukan
tehadap komponen-komponen permainan simulasi, seperti: model/bentuk
beberan, isi pesan, pengaturan peran, dan cara memainkan.
Targetnya adalah menemukan model pendidikan anti korupsi yang tidak bersifat
represif atau kuratif, melainkan tindakan preventif melalui pendidikan anti
korupsi, khususnya bagi siswa Sekolah Dasar. Model permainan simulasi hasil
rekonstruksi meliputi penyesuaian isi pesan (materi) dengan kebutuhan nyata
pendidikan anti korupsi saat ini, penyesuaian format/bentuk ”beberan” yang
akan disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan nyata pendidikan anti korupsi
saat ini, dan penyesuaian pelaksanaan atau tatacara permainan.
Tahapan penelitian ini direncanakan akan dimulai dengan melakukan analisis
forensik model permainan simulasi yang pernah populer dan diakui berhasil,
ketika digunakan untuk pemasyarakatan Pancasila melalui P4 di era Orde Baru.
Seanjutnya melalui metode penelitian pengembangan, permainan simulasi akan
dimodifikasi atau direkonstruksi, disesuaikan dengan kebutuhan saat ini. Melalui
eberapa kali tahapan uji coba, konsultasi, diskusi, diharapkan akan ditemukan
model baru hasil rekonstruksi permainan simulasi yang akan menjadi salah satu
aternatif model pendidikan anti korupsi bagi siswa Sekolah Dasar.
Kata kunci: permainan simulasi, beberan, pendidikan anti korupsi, Sekolah
Dasar.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sebagaimana telah kita saksikan berita berbagai media, kasus korupsi di
negeri ini semakin banyak terjadi. Korupsi tidak hanya terjadi di kalangan
eksekutif, akan tetapi juga banyak melibatkan anggota DPR (legislative). Bahkan
kini telah merambah pada lembaga yudikatif, lembaga penegak hukum, benteng
keadilan tertinggi di negeri ini, yaitu Mahkamah Konstitusi (MK). Kenyataan ini
mengindikasikan bahwa upaya-upaya pemberantahasan korupsi yang dilakukan
oleh pemerintah, oleh KPK, perguruan tinggi dan lembaga-lembaga swadaya
masyarakat dan sebagainya, selama ini belum membuahkan hasil yang
menggembirakan.
5
Sebagai generasi muda kita harus berbuat sesuatu, turut memikirkan
bagaimana caranya agar korupsi tidak lagi menjadi musuh bangsa Indonesia yang
menyengsarakan rakyat. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah melalui
pendidikan. Pendidikan anti korupsi harus diberikan kepada anak-anak bangsa
sejak dini. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?.
Permainan simulasi P4 pada jaman dahulu (ORBA) konon dinilai sangat
efektif digunakan untuk memasyarakatkan Pancasila. Permainan simulasi
dianggap menyenangkan, mudah dimainkan untuk semua kalangan dan ketegori
usia, isi mudah disesuaikan dengan kebutuhan, dll. Mengapa tidak kita coba
merekonstruksi lagi untuk tujuan pendidikan anti korupsi?.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian ini akan difokuskan
pada “Bagaimana merekonstruksi permainan simulasi sebagai metode pendidikan
ani korupsi pada siswa Sekolah Dasar”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, dirumuskan masalah
penelitian sebagai berikut:
Bagaimanakah model permainan simulasi yang sesuai digunakan
sebagai metode pendidikan anti korupsi pada siswa Sekolah Dasar?
Berdasar rumusan masalah tersebut, selanjutnya dirumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian:
1. Bagaimanakah karakteristik model permainan simulasi yang pernah
digunakan dalam pemasyarakatan P4 di era Orde Baru?.
2. Apa keunggulan dan kelemahan model permainan simulasi yang pernah
digunakan dalam pemasyarakatan P4 di era Orde Baru?.
3. Bagaimanakah model permainan simulasi yang sesuai digunakan untuk
tujuan pendidikan anti korupsi pada siswa Sekolah Dasar?.
4. Bagaimanakah efektivitas model permainan simulasi yang sesuai
digunakan untuk tujuan pendidikan anti korupsi pada siswa Sekolah
Dasar?.
C. Tujuan Khusus
Tujuan khusus penelitian ini adalah:
1. Melakukan analisis forensik permainan model permainan simulasi yang
pernah digunaka sebagai metode pemasyarakatan P4 di era Orde Baru.
2. Mendeskrisikan karakteristik, keunggulan dan kelemahan model
permainan simulasi yang pernah digunakan sebagai metode
pemasyarakatan P4 di era Orde Baru.
3. Menyusun kembali (rekonstruksi) model permainan simulasi untuk tujuan
pendidikan anti korupsi pada siswa Sekolah Dasar.
4. Melakukan proses uji coba model permainan simulasi untuk tujuan
pendidikan anti korupsi pada siswa Sekolah Dasar.
5. Mendekripsikan hasil uji coba untuk menentukan efektivitas model
permainan simulasi untuk tujuan pendidikan anti korupsi pada siswa
Sekolah Dasar.
D. Urgensi (Keutamaan) Penelitian
Urgensi atau keutamaan penelitian ini adalah:
1. Model-model inovatif pendidikan anti korupsi mutlak diperlukan, agar
bangsa kita tidak kembali terlambat menyadari bahwa generasi muda kita
tidak menyadari korupsi sebagai bahaya laten yang harus diberantas.
2. Model permainan simulasi merupakan model pendidikan yang pernah
sangat populer, menyenangkan, dan merakyat di masa lalu melalui P4.
3. Model permainan simulasi mengadopsi model permainan simulasi yang
ada di masa lalu tersebut, namun akan disesuaikan dengan kondisi
permasalahan yang ada di masyarakat kita saat ini.
4. Model permainan simulasi juga akan memberikan makna baru dalam
paradigma baru pendidikan anti korupsi bagi generasi muda dan ingin
menyadarkan bahaya laten korupsi.
7
E. Temuan yang Ditegetkan
Penelitian ini ditargetkan menemukan model alternatif hasil rekonstruksi
permainan simulasi untuk tujuan pendidikan anti korupsi bagi siswa Sekolah
Dasar. Setidaknya temuan tersebut akan meliputi:
1. Penyesuaian isi (materi) dengan kebutuhan nyata pendidikan anti korupsi
saat ini.
2. Format/bentuk ”beberan” yang akan disesuaikan dengan konteks dan
kebutuhan nyata pendidikan anti korupsi saat ini.
3. Pelaksanaan permainan atau tata cara permainan yang akan disesuaikan
dengan konteks dan kebutuhan nyata pendidikan anti korupsi saat ini.
F. Kontribusi Penelitian
Bagi ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pendidikan, diharapkan menjadi
salah satu alternatif metode pendidikan anti korupsi untuk generasi muda di masa
mendatang. Karakteristik permainan simulasi yang menyenangkan diduga akan
menarik perhatian siswa, sehingga mereka akan belajar dengan senang, tanpa ada
paksaan atau tekanan dalam menerima atau menanggapi sesuat hal. Dengan
demikian diharapkan proses belajar dan hasil belajar siswa akan lebih bermakna
sesuai dengan tuntutan kurikulum dan paradigma pembelajaran di abad ke-21.
G. Luaran yang Diharapkan
Penelitian ini diharapkan akan menghasilkan luaran berupa publikasi jurnal
pada jurnal ilmiah ber-ISSN.
H. Manfaat Penelitian
1. Bagi Peneliti, merupakan bukti tanggungjawab sebagai warganegara untuk
turut mencegah terjadinya korupsi yang akan menjadi bahaya laten bagi
bangsa Indonesia.
2. Bagi Universitas, menjadi salah satu bukti pengamalan Tri Darma
perguruan tinggi.
8
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Model Permainan Simulasi
Dalam kamus Bahasa Inggris karangan Echols dan Shadily (1992: 527)
bahwa simulasi berarti pekerjaan tiruan/meniru. Sementara menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI, 2002: 1068) bahwa simulasi merupakan metode
pelatihan yang meragakan sesuatu dalam bentuk tiruan yang mirip dengan
keadaan yang sesungguhnya.
Pengertian model permainan simulasi (simulation game model) menurut
Richard Kindsvatter (1996: 269) adalah berikut ini: “A simulation is a dynamic
model illustrating a physical (nonhuman) or social (human) system that is
abstracted from reality and simplified for study purposes”. (Permainan simulasi
adalah sebuah model penggambaran yang dinamis tentang suatu sistem sosial
(manusia) atau fisik (bukan manusia) yang diabstraksi dari realita dan
disederhanakan untuk alasan studi).
Simulasi adalah permainan pendidikan (educational games) dimana
peserta mengasumsikan peran khusus sebagai pengambil keputusan, bertindak
seolah-olah mereka benar-benar terlibat dalam suatu situasi dan tujuan tertentu
sesuai aturan khusus (Wahab, 2009:115). Simulasi adalah permainan yang
situasinya terstruktur sehingga lebih mendekati situasi nyata atau kejadian
sebenarnya. Jadi penggunaan metode simulasi esensinya menyajikan bahan
kajian melalui objek atau kegiatan pembelajaran yang bukan sebenarnya.
Pengalaman belajar yang diperoleh dari permainan simulasi ini meliputi
kemampuan kerja sama, komunikasi, dan menginterpretasikan suatu kejadian.
Simulasi adalah tiruan dinamis sebuah model nyata. Prinsip-prinsip
simulasi: simulasi dilakukan oleh kelompok siswa; tiap kelompok mendapatkan
kesempatan melaksanakan simulasi yang sama atau dapat juga berbeda; semua
siswa harus terlibat langsung menurut peranan masing-masing; penentuan topik
disesuaikan dengan tingkat kemampuan kelas; dibicarakan oleh siswa dan guru;
petunjuk simulasi diberikan terlebih dahulu; dalam simulasi hendaknya
9
digambarkan situasi yang lengkap; hendaknya diusahakan terintegrasi dengan
beberapa ilmu (Hasibuan dan Moedjiono, 1993: 27).
B. Pendidikan Anti Korupsi
Korupsi berasal dari bahasa Latin coruptio dan corruptus yang berarti
kerusakan atau kebobrokan. Dalam bahasa Yunani corruptio perbuatan yang tidak
baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian,
melanggar norma-norma agama, materil, mental, dan umum (Wikipedia Bhs.
Indonesia).
Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, “Korupsi merupakan
tindakan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri/orang lain
(perseorangan atau sebuah korporasi), yang secara langusng maupun tidak
langsung merugikan keuangan atau prekonomian negara, yang dari segi materiil
perbuatan itu dipandang sebagai perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai
keadilan masyarakat”.
Dalam literatur sosiologi lazim disebutkan bahwa tindakan korupsi
sedikitnya melibatkan empat komponen penting yaitu: birokrat, politisi, pelaku
bisnis, dan masyarakat. Mereka melakukan tindakan terencana dan sistematis
memindahkan harta publik (milik rakyat) menjadi harta privat. Mereka juga
memanfaatkan harta publik untuk kepentingan pribadi, baik dengan memfaatkan
kelemahan regulasi maupun dengan melanggar peraturan-peraturan yang berlaku.
Jaringan sosial yang mereka beragam, bergantung pada asal inisiatif korupsi
(inisiatif siapa), pihak-pihak yang ditempatkan sebagai perantara, dan mekanisme
yang dipergunakan untuk memindahakan atau memanfaatkan harta publik yang
dikorupsi.
Pendidikan Antikorupsi bagi siswa Sekolah Dasar bertujuan untuk
memberikan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi dan
pemberantasannya serta menanamkan nilai-nilai antikorupsi. Tujuan jangka
panjangnya adalah menumbuhkan budaya antikorupsi di kalangan siswa dan
mendorong siswa ketika dewasa untuk dapat berperan serta aktif dalam upaya
pemberantasan korupsi di Indonesia.
10
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Metode/Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode/pendekatan penelitian dan
pengembangan (Research and Development), yang disederhanakan. Sedangkan
model penelitian pengembangan yang dipilih adalah model penelitian dan
pengembangan pendidikan yang dikembangkan oleh Borg dan Gall (1983: 772).
Secara skematik digambarkan sebagai berikut:
Gambar 1. Diagram Alur Prosedur Penelitian
B. Lokasi dan Sasaran Penelitian
Penelitian ini akan mengambil sampel Sekolah Dasar (SD) di Kota Kediri,
dengan memperhatikan karakteristik sekolah dan karakteristik siswa. Sedangkan
sasaran penelitiannya adalah siswa kelas V (lima), dengan alasan secara
psikologis sudah cukup dewasa untuk memahami persoalan korupsi.
C. Tahapan-tahapan Penelitian
Pada penelitian ini, langkah-langkah penelitian yang akan dilakukan adalah:
1. Studi Pendahuluan: Melakukan analisis forensik permainan model
permainan simulasi yang pernah digunakan sebagai metode
pemasyarakatan P4 di era Orde Baru.
Luaran dan indikator capaiannya adalah: Deskripsi dasar teoritik,
karakteristik, keunggulan dan kelemahan model permainan simulasi yang
pernah digunakan sebagai metode pemasyarakatan P4 di era Orde Baru.
STUDI PENDAHU-LUAN
(ANALISIS FORENSIK
MODEL LAMA)
PROSES
PENGEMBANGAN
(REKONSTRUKSI
MODEL LAMA)
UJI COBA
PERMAINAN
SIMULASI
ANTI KORUPSI
11
2. Proses Pengembangan (rekonstruksi): Menyusun kembali
(rekonstruksi) model permainan simulasi untuk tujuan pendidikan anti
korupsi pada siswa Sekolah Dasar.
Luaran dan indikator capaiannya adalah: desain awal/draft model
permainan simulasi untuk untuk tujuan pendidikan anti korupsi pada
siswa Sekolah Dasar.
3. Uji coba: Melakukan proses uji coba model permainan simulasi untuk
tujuan pendidikan anti korupsi pada siswa Sekolah Dasar.
Luaran dan indikator capaiannya adalah: Deskripsi hasil uji coba untuk
menentukan efektivitas model permainan simulasi untuk tujuan
pendidikan anti korupsi pada siswa Sekolah Dasar, dan deskripsi hasil
kuesioner untuk mengetahui tanggapan siswa.
D. Teknik Pengumpulan Data Penelitian
Instrumen penelitian yang akan digunakan dalam pengumpulan data
penelitian ini adalah:
1. Lembar penilaian/analisis forensik model permainan simulasi.
2. Lembar penilaian kelayakan desain awal/draft model hasil rekonstruksi
3. Lembar penilaian kelayakan model hasil rekonstruksi dan uji coba
4. Kuesioner (untuk siswa)
E. Teknik Analisis Data
Pada dasarnya data-data yang akan diperoleh pada penelitian ini berupa
data kualitatif maka pendekatan analisis data yang dipakai menggunakan
pendekatan analisis kualitatif. Tahapan analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini meliputi:
(1) analisis deskriptif pada tahap pra-survey,
(2) analisis isi/konten pada tahap pengembangan,
(3) analisis proses dan analisis isi/konten pada tahap uji coba
(4) analisis deskriptif pada tahap setelah uji coba (kuesioner siswa).
12
BAB IV
BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN
A. Anggaran Biaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar