BAKSO CUMI
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas
mata kuliah kewirausahaan yang di ampu oleh :
Drs.Zainal Arifin, M.M
Oleh :
LATHIFATUL FAJRIYAH
NPM :
11.1.01.11.0041
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK USIA
DINI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
2014
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji bagi Allah
SWT yang telahmelimpahkan rahmat, taufiq dan hidayahNya sehingga penulisan
makalah dapat terselesaikan. Solawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada
Nabi Agung Muhammad SAW.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan
makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Dengan segenap
kerendahan hati, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Dan dengan
harapan semoga makalh ini dapat bermanfaat. Aamiin.
23 September 2014
PENULIS
DAFTAR
ISI
HALAMAN
SAMPUL .......................................................................................... i
KATA
PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR
ISI ........................................................................................................... iii
BAB
1: PENDAHULUAN..................................................................................... 1
1.1
Latar Belakang ............................................................................... 1
1.2
Rumusan Masalah........................................................................... 2
1.3
Tujuan Khusus ................................................................................ 2
BAB
2: PEMBAHASAN ............................................................................. ........ 3
2.1
Pengertian Bakso ................................................................... ........ 3
2.2
Sejarah bakso ........................................................................... 4
2.3
Bakso cumi
............................................................................... 4
2.4
Cara membuat bakso
cumi ..................................................... 5
2.5
Analisis Keuangan
................................................................... 6
2.6
Analisis 4P
................................................................................ 6
2.7
Analisis SWOT ...................................................................... ........ 7
BAB
3 : PENUTUP ........ 8
3.1
Kesimpulan ...................................................................................... 8
3.2
Saran ................................................................................................ 8
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bakso adalah makanan khas Indonesia
sekaligus sebagai makanan favorit masyarakat Indonesia. Banyak masyarakat
mulai dari kalangan menengah atas hingga menengah bawah menyukai makanan khas
yang umumnya terbuat dari daging dan berbentuk bulat. Dalam penyajiannya,
bakso biasanya disajikan dalam keadaan panas-panas dan rasa yang sangat pedas
bagi yang hobi makanan pedas. Makanan bakso
sangat populer sekali di kalangan masyarakat, bahkan dapat dengan mudah
ditemukan untuk dinikmati dari mulai gerobak dorong yang ada di pinggir jalan hingga
mall-mall besar.
Penyajian
bakso juga sangat bervariasi untuk menarik minat konsumen. Sekarang usaha bakso
keliling sudah ada yang menerapkan sistem waralaba. Bakso yang awalnya
merupakan makanan “jalanan”, sekarang mulai disajikan dengan gaya resto.
Berkembangnya usaha bakso ini menunjukkan bahwa bakso sangat banyak
penggemarnya, melihat peluang yang begitu besar dan persaingan yang semakin
ketat, mencari ide yang kreatif sangat diperlukan. oleh karena itu bakso cumi
dibuat sebagai inovasi dari bakso yang sudah ada dengan varian rasa pedas
berlevel dengan perbedaan dalam hal penyajiannya. Bakso cumi tidak menggunakan
tambahan sayur atau bumbu sebagai pelengkap agar berbeda dengan bakso lainnya
dengan rasa yang lebih unik, kemasannya praktis dan harganya terjangkau.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara membuat bakso yang unik dan praktis yang disukai
konsumen?
2. Bagaimana cara mempromosikan bakso cumi agar penjualannya
meningkat?
3. Bagaimana cara mengembangkan bakso cumi agar mendapatkan
keuntungan besar?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui cara membuat bakso yang lezat dan nikmat dan
praktis yang disukai konsumen
2. Untuk mengetahui cara mempromosikan bakso cumi agar mendapat
respon yang positif dari konsumen
3. Untuk mengetahui cara mengembangkan bakso cumi agar mendapat
keuntungan yang besar
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Bakso
Bakso atau baso adalah
jenis bola daging yang lazim ditemukan pada masakan Indonesia. Bakso umumnya
dibuat dari campuran daging sapi giling dan tepung tapioka, akan tetapi ada
juga bakso yang terbuat dari daging ayam, ikan, atau udang. Dalam penyajiannya,
bakso umumnya disajikan panas-panas dengan kuah kaldu sapi bening, dicampur mie,
bihun, taoge, tahu, terkadang telur, ditaburi bawang goreng dan seledri. Tetapi
ada juga yang disajikan dengan bumbu kacang sebagai pelengkapnya. Bakso sangat
populer dan dapat ditemukan di seluruh Indonesia, dari gerobak pedagang kaki
lima hingga restoran besar. Berbagai jenis bakso sekarang banyak ditawarkan
dalam bentuk makanan beku yang dijual di pasar swalayan dan mal-mal.
Macam-macam bakso ada
banyak sekali, dengan nama yang unik dan lucu membuat konsumen penasaran dan
ingin mencobanya, biasanya pemberian nama bakso atas nama pedagang sendiri,
kasta atau nama lainnya, seperti bakso mama, bakso papa, bakso panji, bakso
barokah, bakso baqoroh dan sebagainya. Namun dalam wikipedia macam-macam bakso ada
13 macam, yaitu:
1. Bakso urat: bakso yang diisi irisan urat atau tendon dan daging
tetelan kasar
2. Bakso bola tenis atau bakso telur: bakso berukuran bola tenis
berisi telur ayam rebus
3. Bakso gepeng: bakso berbentuk pipih sehingga dinamakan gepeng
4. Bakso ikan: bakso berbahan dasar daging ikan
5. Bakso udang: bakso berbahan dasar dari udang
6. Bakso Malang: hidangan bakso dari kota Malang, Jawa Timur, bakso
ini menggunakan tambahan seperti mie kuning, tahu, siomay, dan pangsit goreng
sebagai ciri khasnya.
7. Bakso Karimunjawa atau lebih dikenal Bakso Ikan Ekor Kuning adalah
bakso yang bahannya berasal dari Ikan Ekor Kuning.
8. Bakso Solo dan Bakso Wonogiri: hidangan bakso yang berasal dari
Solo dan Wonogiri, bentuknya lebih kecil dari bakso Malang dan tidak selengkap
bakso Malang. Tetapi bakso Solo dan Wonogiri memiliki rasa khas sapi yang kuat.
Bakso Solo dan Wonogiri terdapat campuran irisan daging sapi atau tetelan.
9. Bakso keju: bakso resep baru berisi keju. Bagi yang menyukai
keju, bakso ini dapat dijadikan varian makanan untuk memakan keju
10. Bakso Bakar: bakso yang diolesi bumbu khusus dan dibakar
langsung (tanpa arang) dan disediakan bersama potongan ketupat dan kuah kaldu
yang hangat dan bumbu kacang. Biasanya bumbu oles sebelum dibakar merupakan
salah satu yang menentukan enak atau tidaknya bakso bakar.
11. Bakso kerikil : bahan daging relatif sama dengan
bakso-bakso pada umumnya, namun ukuran bakso ini lebih kecil hingga disebut
bakso kerikil.
12. Bakso Balungan: bahan dasarnya tulang
13. Bakso Unyil: bahan dasarnya daging sapi digiling tetapi ukuran
bulatannya seukuran Kelereng
B. Sejarah Bakso
Bakso memiliki akar dari seni kuliner Tionghoa Indonesia hal ini
ditunjukkan dari istilah 'bakso' berasal dari kata Bak-So, dalam Bahasa
Hokkien yang secara harfiah berarti 'daging giling'. Karena kebanyakan penduduk
Indonesia adalah muslim, maka bakso lebih umum terbuat dari daging halal
seperti daging sapi, ikan, atau ayam. Kini, kebanyakan penjual bakso adalah orang
Jawa dari Wonogiri dan Malang. Tempat yang terkenal sebagai pusat Bakso adalah Solo
dan Malang yang disebut Bakso Malang. Bakso Malang dan bakso Solo adalah
masakan bakso dan disajikan dengan khas Jawa. Bakso berasal dari China tetapi
berbeda dengan bakso Malang dan Solo. Bakso China biasanya terbuat dari babi
atau makanan laut dan warnya agak kecokelatan serta bentuknya tidak bulat
sekali. Sedangkan bakso Malang dan Solo terbuat dari daging sapi, berwarna abu
abu dan bentuknya bulat sekali. Bakso China biasanya tidak disajikan dengan
kuah melimpah berbeda dengan bakso Malang dan Solo yang disajikan dengan kuah
melimpah (http://id.wikipedia.org/wiki/Bakso).
C. Bakso cumi
Bakso cumi adalah singkatan dari bakso cucah mingkem. Kata “cucah”
diambil dari bahasa slank anak muda yang maksudnya adalah susah, dan kata “mingkem”
adalah bahasa jawa yang artinya dalam Bahasa Indonesia adalah “tutup mulut”.
Dinamakan cucah mingkem karena rasanya yang pedas sehingga membuat mulut merasa
panas dan selalu ingin terbuka sehingga sulit untuk menutup mulut. Bakso cumi merupakan
inovasi dari bakso daging biasa yang ditambahkan cabe yang sudah dihaluskan pada
bahan dasarnya. bakso umumnya disajikan dengan kuah kaldu sapi bening, dicampur
mie, bihun, taoge, tahu, terkadang telur, ditaburi bawang goreng dan seledri.
Dan ada juga yang disajikan dengan bumbu kacang sebagai pelengkap saja. Dalam
penyajian bakso cumi akan berbeda dengan bakso lainnya yang menggunakan
tambahan sayur, kuah atau sambal, tetapi bakso cumi akan disajikan tanpa tambahan
apapun keran rasanya sudah pedas dengan sudah dikemas menggunakan mika agar
lebih praktis yang dapat dinikmati dimanapun dan kapanpun. Bakso cumi
tergolong masih langka dipasaran karena rasanya yang unik, lezat dan praktis
dapat membuat konsumen ingin mencobanya.
D. Cara Membuat Bakso Cumi
Cara membuat bakso cumi sama halnya membuat bakso lainnya, yang
membedakan adalah pada bahan dasarnya ditambahkan cabe yang sudah di haluskan.
Untuk membuat varian rasa berlevel, maka harus dibedakan pula dalam pemberian
cabenya, pada rasa original atau level 1 tidak menggunakan cabe, pada level
selanjutnya di tambahkan cabe sesuai dengan tingkat levelnya, perbandingan
pemberian cabe pada levelnya adalah 50 gr.
Adapun cara membuat bakso yang dikutip dari salah satu blog pengusaha
bakso (http://wiprads.blogspot.com/2013/11/cara-membuat-bakso.html) adalah
sebagai berikut:
Bahan dasar bakso cumi level 2:
1. 1/2 Kg daging sapi yang sudah digiling.
2. 100 gram tepung kanji.
3. 50 gram es batu.
4. 1/4 kg bawang putih yang dihaluskan.
5. 1 butir telur ayam.
6. 1 sendok teh lada putih bubuk.
7. 100 gr cabe
Cara
membuat:
1.
Langkah pertamanya yaitu dengan
mencampur es batu, daging sapi giling, telur, dan bumbunya. Kemudian haluskan
dengan blender/food processor/mixer.
2.
Haluskan cabe menggunakan uleg an
3.
Sembari mencampur tadi, tambahkan
pula tepung kanji dan cabai yang sudah dihaluskan sedikit demi sedikit sambil
mengaduk campuran hingga rata. Setelah rata, tuang bahan pentol tersebut ke
dalam baskom.
4.
Selanjutnya bentuk adonan pentol
sesuai dengan ukuran yang di inginkan. Pentol yang sudah di bentuk di rebus
kedalam air yang sudah mendidih. Masukan sesuai dengan kapasitas air, angkat
pentol yang sudah terapung, yang terapung merupakan pentol yang sudah masak.
5.
Diamkan bakso hingga dingin, bakso
siap di hidangkan atau dikemas.
E. Analisis keuangan
Dalam penjualan bakso cumi ditargetkan dalam sehari membuat
30 kemasan yang berisi 3 buah, jadi pembuatan @hari = 90 buah
Harga penjualan @buah = Rp. 2.000,00.
Jadi pendapatan setiap harinya 90 X Rp. 2.000 = Rp. 180.000
1. Bahan Baku
|
No
|
Bahan baku
|
Volume
|
Harga satuan
|
Total harga
|
|
1
|
Daging sapi segar
|
1 kg
|
100.000
|
100.000
|
|
2
|
Tepung kanji
|
100 gr
|
1.500
|
1.500
|
|
3
|
Bawang putih
|
¼ kg
|
20.000
|
5.000
|
|
4
|
Cabe
|
50 gr
|
40.000
|
2.500
|
|
5
|
Lada halus sachet
|
2 sachet
|
1.000
|
2.000
|
|
6
|
Telur
|
2 butir
|
1.500
|
3.000
|
|
7
|
Garam
|
2 sdm
|
1.500
|
5.00
|
|
TOTAL
|
114.500
|
|||
2. Bahan tambahan
|
No
|
Nama barang
|
Volume
|
Harga Satuan
|
Total Harga
|
|
1
|
mika plastik
|
50 buah
|
100
|
5000
|
|
2
|
Staples
|
1
|
8000
|
8000
|
|
3
|
Isi staples
|
1
|
4000
|
4000
|
|
TOTAL
|
17.000
|
|||
3. Modal Investasi
Untuk peralatan/modal investasi sementara menggunakan
alat-alat pribadi.
4. Total pendapatan
Adapun total pendapatan @hari adalah:
Bahan baku + bahan tambahan = Rp. 114.500 + Rp. 17.000
= Rp. 131.500
Jadi, Rp. 180.000 – Rp. 131.500 = Rp. 48.500
F. Analisis 4P
1.
Product ( produk )
Nama
produk adalah bakso cumi (cucah mingkem), bakso yang diinovasi dengan varian
rasa pedas yang unik, praktis dan terjangkau
2.
Price ( Harga )
Harga
bakso cumi sangat terjangkau dan murah. @pentol = Rp. 2000, dan yang dikemas
dijual dengan harga @kemasan = Rp. 6000
3.
Place ( Tempat )
Lokasi
penjualan bakso cumi berada di sekitar sekartaji dan alon-alon kota kediri,
karena di 2 tempat tersebut sangat strategis, ramai dan sering dikunjungi orang
asing atau selain warga kediri yang penasaran dengan alon-alon kota kediri.
4. Promotion ( Promosi )
Kami
mempromosikan / mengenalkan produk kami dengan pendekatan langsung pada
konsumen/pelanggan seperti tetangga, kerabat dan teman dengan memberikan contoh
produk sebagai taster untuk
G. Analisis SWOT
1.
Strength ( Kekuatan )
a.
Masih langka dipasaran
b.
Makanan Bakso lezat, nikmat, dan praktis
c.
Mempunyai varian rasa pedas dari level 1 sampai level 5
d.
Melayani selera konsumen bagi yang
menyukai makanan pedas
e.
Makanan selingan yang mengenyangkan
2.
Weaknes ( Kelemahan )
a.
Produk makanan tidak tahan terlalu
lama
b.
harga bahan baku yang naik membuat
pengurangan produksi
c.
Bentuk bakso yang bulat masih sama
dengan bentuk bakso lainya
3.
Opportunity ( Peluang )
a.
Dengan mudah bisa menjangkau
masyarakat karena bakso sudah sangat familiar di lidah orang Indonesia
b.
Meningkatkan konsumsi makanan selingan pengganti nasi
c.
Murah dan Terjangkau
d.
Sehat bergizi
4.
Threath ( Ancaman )
a.
Banyaknya usaha bakso dengan berbagai
bahan baku yang unik membuat persaingan semakin ketat
b.
Penyebaran pemasaran yang belum
meluas, sehingga penjualan dan pengenalan belum meluas
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
Bakso atau baso adalah bola daging. Bakso umumnya dibuat dari campuran daging sapi
dan tepung, tetapi ada juga baso yang terbuat dari daging ayam atau ikan. Bakso
merupakan salah satu makanan yang populer di Indonesia. Harganya relatif mudah
dijangkau oleh berbagai kalangan. Dari kelas menengah kebawah hingga kelas
menengah keatas. Bakso cumi merupakan salah satu makanan inovasi
dari bakso yang akan dikemas dengan unik dan praktis dengan memberikan varian
rasa pedas yang berlevel 1 hingga level 10. Tampilan dan varian rasa menjadikan
bakso cumi berbeda dengan bakso lainnya, sehingga akan menarik minak masyarakat
untuk segera ingin mencobanya.
2.
cara mempromosikan bakso cumi adalah dilakukan
melalui pendekatan dari mulut ke mulut pada teman, saudara dengan memberikan
sedikit produk sebagai taster untuk mengetahui selera masyarakat dan untuk
meminta saran guna memperbaiki produk menjadi lebih baik lagi.
3.
Cara mengembangkan usaha bakso cumi agar
mendapat keuntungan yang lebih besar adalah menentukan harga dan lokasi
penjualan, harus strategis yang banyak dan sering di kunjungi oleh masyarakat.
B. Saran
1. Pengusaha
Tahap awal untuk membuka usaha bakso
adalah memilih jenis bakso yang akan di jual. Mengingat usaha bakso sangat
banyak dan persaingan semakin ketat, kreativitas dan keuletan sangat
diperlukan. Jadi, membuat ketika membuat usaha hendaklah membuat sesuatu yang
unik dan masih langka bahkan belum ada di pasaran masyarakat. Dengan begitu
akan menarik minat konsumen dan memberikan peluang bagi untuk mengembangkan
usahanya.
2. Pengembangan usaha
Ketika bahan dasar bakso semua naik, sebagai
alternatifnya dapat di ganti dengan daging ayam, ikan atau yang lainnya dan
rasa pedas dapat diganti dengan memebrikan lada yang lebih banyak sebagai
pengganti cabe agar usaha yang dikembangkan tidak berhenti begitu saja. Dan
dapat memberikan sebuah inovasi baru dengan menambahkan berbagai sayuran pada
bahan dasarnya, menambahkan kuah dan sambal dalam penyajiannya atau bentuk
bakso agar menjadi lebih bervariasi.
Daftar
Pustaka
Yuyun. A (2007) Panduan wirausaha aneka membuat
bakso. Surabaya : Agromedia Pustaka
November http://wiprads.blogspot.com/2013/11/cara-membuat-bakso.html diunduh pada tanggal 22 Nopember 2014 pukul 10.15 WIB
http://saung-kangmuhri.blogspot.com/2013/09 diunduh pada tanggal 22 Nopember 2014 pukul 10.49 WIB
http://id.wikipedia.org/wiki/Bakso diunduh pada tanggal 23 Nopember 2014 pukul 14.35 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar